POV KARAWANG – Kerusakan Jalan Badami-Loji tidak hanya memunculkan tuntutan perbaikan. Kendaraan industri bertonase besar yang melintas di ruas tersebut juga menjadi perhatian masyarakat Karawang Selatan.
Dalam aksi pada Senin (14/9/2026), warga dan mahasiswa meminta pemerintah memeriksa kendaraan industri yang menggunakan jalur tersebut, termasuk persoalan tonase dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Nama PT Jui Shin Indonesia juga muncul dalam tuntutan massa terkait aktivitas kendaraan industri.
Dedi Mulyadi Bicara Tonase
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa persoalan tonase menjadi perhatian pemerintah.
Dedi mengatakan dirinya sejak awal tegas dalam persoalan kendaraan yang membawa beban berlebih.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin anggaran publik terus digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang kemudian kembali terbebani aktivitas kendaraan industri.
DPRD Jabar: Jangan Hanya Perbaiki Jalan
Anggota DPRD Jawa Barat H. Jenal Aripin yang turut mendampingi Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan aspirasi masyarakat mengenai Badami-Loji telah disampaikan langsung kepada pemerintah.
Menurut Jenal, persoalan perbaikan jalan harus disertai pengaturan kendaraan yang menggunakan ruas tersebut.
“Yang paling penting, aspirasi masyarakat harus didengar dan dicari solusinya. Jangan sampai jalan diperbaiki, tetapi tidak dibarengi dengan pengaturan kendaraan yang melintas sesuai dengan tonase,” ujar Jenal.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan tonase sebagai bagian penting dari solusi Badami-Loji.
Sebab, memperbaiki jalan tanpa mengatur beban kendaraan berpotensi membuat persoalan kembali berulang.
Bukan Berarti Menolak Industri
Aktivitas industri merupakan bagian penting dari perekonomian Karawang.
Persoalannya adalah bagaimana kendaraan industri dapat bergerak tanpa mengganggu fungsi jalan yang juga digunakan masyarakat.
Karena itu, pengawasan tonase, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, dan pembangunan akses alternatif menjadi bagian dari pembahasan.
Jalan diperbaiki, tetapi kendaraan yang melintas juga harus dikendalikan.








