POV KARAWANG – Persoalan Jalan Badami-Loji membuka pembahasan mengenai kebutuhan jalur khusus kendaraan industri di kawasan Karawang dan Bekasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong adanya akses alternatif sehingga kendaraan industri tidak terus menggunakan jalan umum.
Salah satu wilayah yang dibicarakan adalah Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.
Bupati Aep Ungkap Kendala Akses
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menjelaskan bahwa rencana jalur alternatif tersebut masih membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
Menurut Aep, persoalan tersebut berkaitan dengan rencana membuka akses tol di wilayah Bojongmangu.
“Perizinan karena kan membuka akses tolnya. Karena akses tol yang sudah ada kan sekarang di Bojongmangu,” ujar Aep.
Ia juga menyebut perlunya memastikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum rencana tersebut dapat berjalan lebih jauh.
Dengan demikian, pembangunan jalur khusus industri tidak sesederhana membangun ruas jalan baru. Ada aspek perizinan, perencanaan teknis, kewenangan dan koordinasi antara pemerintah daerah.
Dedi Dorong Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
Dedi Mulyadi menyatakan persoalan akses tersebut perlu dibahas bersama pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah pusat.
Jalur alternatif diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan berat pada jalan umum yang digunakan masyarakat.
Namun selama akses tersebut belum tersedia, persoalan kendaraan industri di Jalan Badami-Loji tetap membutuhkan pengawasan.
Menunggu Solusi Jangka Panjang
Perbaikan Badami-Loji menjadi solusi untuk kondisi jalan saat ini.
Sementara jalur khusus industri merupakan pembahasan untuk persoalan jangka panjang.
Dua hal tersebut harus berjalan beriringan.
Satu memperbaiki jalan yang rusak. Satu lagi mencegah beban yang sama terus kembali ke jalan tersebut.








