Example 728x250
INDUSTRY

Job Fair Unsika Diserbu 2.000 Pelamar, Tantangan Penyerapan Sarjana Jadi Sorotan

×

Job Fair Unsika Diserbu 2.000 Pelamar, Tantangan Penyerapan Sarjana Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

POV KARAWANG – Tingginya jumlah pencari kerja berlatar belakang pendidikan tinggi menjadi gambaran tantangan penyerapan tenaga kerja yang masih perlu dijawab melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) berupaya mengambil peran melalui kegiatan Jobtalk and Walk-in Interview jilid ketiga yang digelar di Aula Syech Quro. Kegiatan yang diinisiasi Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Unsika itu diikuti 12 industri dan menarik lebih dari 2.000 pendaftar.

Example 728x250

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.125 peserta dinyatakan lolos tahap awal setelah melalui proses verifikasi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sekretaris UPA PKK Unsika, Ardawi Sumarno, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai salah satu jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh akses ke dunia kerja.

“Acara Job Talk dan Walk-in Interview ini merupakan bagian dari program UPA PKK yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun atas amanat dari Rektor Unsika. Ini bentuk kontribusi nyata kami bagi lulusan Unsika dan masyarakat Karawang,” ujar Ardawi, Selasa (13/10/2026) malam.

Partisipasi Industri Meningkat

Penyelenggaraan job fair Unsika menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Pada pelaksanaan pertama, terdapat tujuh industri yang berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi delapan industri pada pelaksanaan kedua dan kembali bertambah menjadi 12 industri pada jilid ketiga.

Sementara itu, jumlah pendaftar yang sebelumnya berkisar 400 hingga 600 orang kini melampaui 2.000 orang.

Peningkatan tersebut memperlihatkan besarnya minat pencari kerja terhadap peluang rekrutmen yang difasilitasi perguruan tinggi. Meski demikian, jumlah peserta yang lolos seleksi awal belum dapat disamakan dengan jumlah pelamar yang akhirnya diterima bekerja.

UPA PKK Unsika menetapkan bahwa program walk-in interview ini diperuntukkan bagi lulusan D3, S1, dan jenjang pendidikan tinggi setara. Lulusan SMA/SMK tidak termasuk dalam kualifikasi peserta program tersebut.

Rektor: Alumni Menjadi Cerminan Kualitas Kampus

Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi turut ditentukan oleh kiprah alumninya setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa semakin banyak alumni Unsika yang diterima di masyarakat dan mampu memberikan kontribusi, semakin baik pula kualitas lembaga pendidikan tersebut di mata publik.

Rektor menegaskan komitmennya untuk terus mendukung alumni melalui upaya menjembatani mereka dengan dunia kerja. Ia juga meminta UPA PKK agar menjaga keberlanjutan penyelenggaraan job fair, yang kini telah memasuki jilid ketiga.

Selain memberikan akses rekrutmen, Unsika turut membekali mahasiswa melalui sesi Jobtalk yang secara khusus ditujukan kepada mahasiswa tahun pertama. Langkah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menyusun peta jalan karier sejak dini, bukan hanya ketika mendekati kelulusan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Jaja dari Universitas Pasundan, serta Endang dan Hendra Kusuma Sumantri dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Barat.

Tantangan Tidak Berhenti pada Bursa Kerja

Penyelenggaraan bursa kerja di lingkungan kampus merupakan langkah penting untuk mendekatkan lulusan dengan perusahaan. Namun, keberhasilan program semacam ini juga perlu dilihat dari tindak lanjut proses rekrutmen, kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi lulusan, serta jumlah peserta yang benar-benar memperoleh pekerjaan.

Bagi Karawang sebagai kawasan dengan aktivitas industri yang besar, hubungan antara perguruan tinggi dan perusahaan menjadi penting agar ketersediaan tenaga kerja terdidik dapat bertemu dengan kebutuhan dunia usaha.

Melalui program yang dilaksanakan secara rutin, Unsika berharap peluang kerja bagi alumni dan masyarakat semakin terbuka. Ke depan, konsistensi kolaborasi dengan industri dan evaluasi hasil penempatan kerja menjadi bagian penting untuk memperkuat manfaat bursa kerja bagi pencari kerja.

error: Content is protected !!