Example 728x250
NEWS

Rp62 Miliar untuk Jalan Badami-Loji, Warga Menunggu Hasilnya

×

Rp62 Miliar untuk Jalan Badami-Loji, Warga Menunggu Hasilnya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (fofo: ist)

POV KARAWANG – Anggaran puluhan miliar rupiah menjadi salah satu perhatian dalam penanganan Jalan Badami-Loji, Karawang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut penanganan ruas jalan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp62 miliar.

Rinciannya, Rp17 miliar berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan Rp45 miliar berasal dari Dana Inpres Jalan Daerah (IJD).

Example 728x250

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat menemui masyarakat Karawang Selatan yang menggelar aksi pada Senin (14/9/2026).

Menurut Dedi, pekerjaan Jalan Badami-Loji saat ini sudah berjalan setelah sebelumnya sempat mengalami kendala.

“Pembangunan jalan bukan akan, tetapi sedang dikerjakan,” kata Dedi.

Bupati Karawang Jelaskan Kendala Jalur Alternatif

Persoalan Badami-Loji tidak hanya menyangkut perbaikan jalan. Pemerintah juga menghadapi persoalan bagaimana kendaraan industri nantinya dapat memiliki akses alternatif sehingga tidak seluruh bebannya berada di jalan umum.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menjelaskan, rencana jalur alternatif menuju kawasan industri masih membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Menurut Aep, salah satu persoalannya berkaitan dengan rencana pembukaan akses tol di wilayah Bojongmangu.

“Perizinan karena kan membuka akses tolnya. Karena akses tol yang sudah ada kan sekarang di Bojongmangu,” ujar Aep.

Ia juga mempertanyakan apakah Detail Engineering Design (DED) untuk rencana akses tersebut sudah disiapkan.

Penjelasan Aep menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan Badami-Loji tidak hanya bergantung pada pekerjaan fisik jalan di wilayah Karawang. Ada pula persoalan akses dan kewenangan lintas wilayah yang harus diselesaikan.

Warga Menunggu Hasil

Bagi warga, angka Rp62 miliar tentu bukan sekadar angka.

Masyarakat ingin melihat bagaimana anggaran tersebut menghasilkan jalan yang aman dan mampu digunakan dalam jangka panjang.

Sebab apabila jalan kembali rusak setelah diperbaiki, persoalan lama akan kembali muncul.

Karena itu, perbaikan fisik perlu berjalan bersama pengaturan kendaraan berat dan solusi jalur industri.

Warga kini menunggu bukti di lapangan: jalan diperbaiki, kendaraan diatur, dan persoalan yang sama tidak kembali berulang.

error: Content is protected !!